MUNA, SULTRA.ASIA — Keluhan warga Kabupaten Muna terkait sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Diduga kuat, maraknya praktik percaloan menjadi penyebab utama antrean panjang dan melambungnya harga BBM eceran di Kota Raha.
Ungkapan keresahan ini salah satunya diunggah oleh akun Facebook FaJar KeaRifan. Dalam unggahannya, ia meminta agar SPBU di Kota Raha bisa beroperasi bersih dari calo, meskipun hanya untuk sehari.
"Kalau Bisa Hari ini SPBU d kota Raha tanpa Calo. Tolong sehari Sj dl nah bossss," tulis akun tersebut.
Unggahan itu pun meraup beragam tanggapan dari warganet lokal yang merasa bernasib sama. Akun Kaks Chykal menimpali bahwa keberadaan calo semakin dominan terutama saat pengisian BBM jenis Pertalite tiba.
Tak hanya mengeluhkan keberadaan calo, netizen juga menyoroti lonjakan harga bahan bakar eceran yang meresahkan di wilayah sekitarnya. Akun Nur Fathyn mengungkapkan harga BBM di kawasan Lasehao bahkan sudah mencapai angka yang cukup tinggi di tingkat pengecer.
"Lasehao 16 dan 17 RB bensin pertalite dan 19 dan 20 pertamax," tulisnya di kolom komentar.
Fenomena percaloan BBM ini diduga memicu kelangkaan buatan di SPBU serta merugikan masyarakat luas yang membutuhkan BBM dengan harga resmi. Masyarakat berharap ada perhatian dan tindakan tegas dari pihak pengelola SPBU, Pemerintah Daerah, hingga aparat kepolisian setempat untuk menertibkan praktik antrean calo/pengetap agar distribusi BBM bersubsidi dapat tepat sasaran.

Posting Komentar