LAWORO, SULTRA.ASIA — Antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU Suka Damai, Kabupaten Muna Barat, memicu perhatian serius dari pemerintah daerah. Sejak pagi hingga sore hari, antrean sepeda motor dan mobil melular hingga ke badan jalan. Banyak warga mengeluhkan kehabisan stok Pertalite sebelum jam operasional SPBU berakhir, yang tak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas tetapi juga menyulitkan masyarakat kecil.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Muna Barat La Ode Darwin turun langsung meninjau lokasi SPBU Suka Damai sekitar pukul 16.00 WITA seusai kembali dari kantornya. Bupati berdialog langsung dengan pihak pengelola SPBU untuk mengurai akar permasalahan.
Dari hasil peninjauan dan diskusi di lapangan, Bupati memaparkan tiga penyebab utama terjadinya penumpukan antrean Pertalite:
Kuota Pertalite Sangat Terbatas SPBU Suka Damai hanya menerima jatah 1 tangki per hari (8.000 liter). Jumlah ini dinilai jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Muna Barat.
Selisih Harga Pertalite dan Pertamax Cukup Jauh Adanya disparitas harga hingga Rp6.250 per liter membuat banyak pengguna kendaraan beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menghemat pengeluaran.
Keterbatasan Jumlah SPBU Saat ini hanya ada satu SPBU yang beroperasi di wilayah tersebut, sehingga konsentrasi pengisian BBM menumpuk di satu titik dari pagi hingga sore.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek untuk mengurai antrean, Bupati La Ode Darwin secara tegas mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Muna Barat untuk sementara waktu beralih menggunakan Pertamax.
"ASN kita yang sudah memiliki gaji tetap, mari kita utamakan Pertamax dulu. Sementara Pertalite kita prioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat membutuhkan, agar antrean bisa berkurang hingga pasokan kembali stabil," tegas La Ode Darwin.
Pemerintah Kabupaten Muna Barat tidak hanya fokus pada penanganan sementara. Untuk menyelesaikan persoalan ini secara berkelanjutan, Pemkab Muna Barat melalui Bupati La Ode Darwin mengusulkan dua langkah strategis ke pihak Pertamina:
Penambahan kuota/jangka pengiriman tangki BBM harian ke SPBU Suka Damai.
Pengusulan pembangunan 1 unit SPBU baru di wilayah Muna Barat untuk memecah kepadatan distribusi.
Langkah ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan BBM bersubsidi yang tepat sasaran sekaligus mendorong efisiensi mobilitas warga di Kabupaten Muna Barat.

Posting Komentar