Kendari - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekrag), menggelar Festival Ekonomi Kreatif sebagai ajang untuk mempromosikan berbagai produk lokal khas, sehingga dapat menarik kunjungan wisatawan di daerah tersebut.
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sekaligus untuk menampilkan kepada para peserta olahraga yang dihadiri oleh 3.000 orang dari 70 kabupaten/kota dan 21 provinsi se-Indonesia, yang dilaksanakan di Kota Kendari.
"Festival ekonomi kreatif dirangkaikan olahraga ini kami upayakan menjadi kegiatan tahunan dengan dukungan pemerintah pusat," kata Sudirman.
Dia menyebutkan bahwa dalam Festival Ekonomi Kreatif tersebut pihaknya menghadirkan juga para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pangan murah, dan berbagai kerjainan tangan khas lokal Bumi Anoa.
Sudirman menjelaskan bahwa beberapa produk kerajinan lokal yang ditampilkan dalam kegiatan itu, antara lain ukiran kayu jati, lukisan bela diri khas buton. Sementara untuk pangan lokal, terdapat makanan yang berbahan dasar sagu dan sate pokea.
"Tujuan pelaksanaan kegiatan ini, yaitu memperkuat promosi produk UMKM Kota Kendari, memperluas akses pemasaran bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat, mendukung stabilisasi harga pangan melalui gerakan pangan murah," ujar Sudirman.
Sementara itu, Kepala Disparekraf Kota Kendari Hermawaty menyampaikan bahwa selain mendorong promosi terhadap produk lokal, festival ini juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk mendukung stabilisasi harga pangan di Kota Kendari.
"UMKM kami libatkan ada 30 tenan (gerai), pangan 7 tenan, kemudian juga penggiat Ekonomi Kreatif itu kita hadirkan teman-teman dari Osara Seni yang memanfaatkan daur ulang untuk bisa menjadi karya seni, yang jadi lukisan, patung," jelas Hermawaty.
Ia menyampaikan mengatakan Festival Ekonomi Kreatif ini berlangsung dari 23 sampai 26 Juli. Beberapa rangkaian festival yang berlangsung selama empat hari tersebut diisi oleh berbagai partisipan, mulai dari stan UMKM, pameran ekonomi kreatif, tenan kuliner, hingga pameran seni rupa.
"Seluruh pengunjung juga disuguhkan hiburan musik live setiap harinya hingga pukul 22.00 WITA," ucapnya.
Hermawaty menargerkan perputaran nilai transaksi selama festival itu berlangsung dapat mencapai Rp500 hingga Rp700 juta.
Sementara itu, puncak kegiatan olahraga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026. Sebanyak 3.000 tiket yang disediakan panitia telah habis terjual (sold out). Para peserta berasal dari 21 provinsi dan 70 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
"Penyelenggaraan ajang ini juga telah mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan diharapkan dapat masuk dalam agenda ajang nasional (national event) di masa mendatang," ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa dengan hadirnya 3.000 peserta dari luar daerah, pihaknya yakin tingkat hunian hotel di Kota Kendari akan meningkat signifikan, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat,
"Kita ingin menjadikan Kendari sebagai salah satu Sport Tourism, supaya dia bisa menjadi destinasi. Karena kan Kendari ini boleh dibilang kita kota jasa, maka kita hadirkanlah bagaimana kolaborasi olahraga dan pariwisata bisa berjalan bersamaan," tambahnya.
Posting Komentar