MUNA, SULTRA.ASIA – Aliansi Pemuda Pemerhati Sulawesi Tenggara (AP2 Sultra) mengungkap temuan mengejutkan terkait lokasi pengolahan makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Muna.
Berdasarkan hasil investigasi AP2 Sultra, ditemukan sebuah dapur penyedia MBG yang berlokasi dalam satu bangunan dengan kandang atau sarang burung walet di Kota Raha.
Dewan Pembina AP2 Sultra, La Ode Hasanuddin Kamsi (LHK) yang akrab disapa Om Hasan, menyatakan keprihatinan mendalam atas temuan kondisi dapur pengolahan makanan anak sekolah tersebut.
"Ini adalah temuan yang sangat mengkhawatirkan. Bagaimana mungkin lokasi yang merupakan sarang burung walet, dengan segala potensi masalah kebersihannya, bisa lolos verifikasi untuk menjadi dapur yang menyiapkan makanan bagi anak-anak ki
ta?" tegas Om Hasan.
Risiko Kesehatan dan Higienitas Pangan
Temuan ini memicu pertanyaan kritis mengenai standar higienitas dan kelayakan lokasi pengolahan makanan dalam program nasional MBG di Kabupaten Muna.
Dapur pengolahan makanan tersebut dilaporkan beroperasi di lantai bawah, sementara area lantai atas bangunan difungsikan sebagai penangkaran/sarang burung walet.
Penggunaan bangunan yang menyatu dengan kandang walet dinilai menimbulkan kekhawatiran serius terkait risiko kontaminasi silang (cross-contamination). Lingkungan sarang walet sangat rentan terhadap penumpukan kotoran, jamur, bakteri, maupun debu residu yang berpotensi mencemari bahan dan proses pengolahan makanan.
Padahal, program MBG menuntut penerapan standar sanitasi dan keamanan pangan yang ketat demi menjaga kesehatan peserta didik.
Desakan Evaluasi dan Audit Transparansi
Menanggapi kondisi tersebut, AP2 Sultra mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Muna bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk segera melakukan audit ulang terhadap seluruh lokasi Dapur MBG di wilayah tersebut.
Om Hasan juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses verifikasi kelayakan lokasi serta meminta tindakan tegas apabila ditemukan kelalaian prosedur.
"Kami meminta pihak berwenang menjelaskan bagaimana bangunan ini bisa lolos verifikasi. Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama, tidak boleh ada kompromi soal higienitas dan keamanan pangan. Harus ada evaluasi mendalam dan segera pindahkan dapur ke lokasi yang benar
-benar layak dan steril," tegasnya.
AP2 S
Posting Komentar